About

Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Perlu nggak sih bilang cinta?

August 03, 2009


Banyak orang berpendapat, kalau rasa cinta itu nggak perlu diucapkan. Cukup perlihatkan saja rasa cinta Anda dengan perhatian, waktu, hadiah, dan bunga. Tapi, sadarkah Anda bahwa kata wasiat itu perlu diucapkan pada waktu-waktu tertentu?

Dalam suatu hubungan, perhatian, waktu, bunga dan hadiah-hadiah bagi pasangan adalah sesuatu yang spesial. Pada awalnya, segala hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada pasangan tercinta. Lama-kelamaan, perhatian dan semacamnya itu berubah sifatnya jadi sebuah rutinitas yang seakan harus Anda lakukan untuk menyenangkan pasangan, tanpa dilandasi 'rasa cinta' yang sebenarnya.

Mungkin perubahan itu tidak Anda sadari, atau bahkan tidak ada sama sekali di benak Anda. Namun, kalau pasangan Anda mulai bosan dan menganggap hal-hal istimewa itu sebagai sebuah rutinitas yang biasa ia terima, apa yang harus Anda lakukan?

Sebaiknya, Anda kembali pada mantra wasiat, 'Aku Cinta Padamu' - untuk mengingatkan pasangan akan perasaan yang Anda berdua miliki. Dijamin, sebait kata indah yang tulus keluar dari hati Anda, akan kembali meluruhkan hatinya.

Seperti kata Garry Cherone dan Nuno Bettencourt, vokalis mendiang Extreme dalam sebait lirik lagunya, More Than Words, "What would you say, if I took those words away. Then you couldn't make things new. Just by saying I love you,".

So, untuk menentukan sukses tidaknya, kenapa juga nggak dicoba?!

»»  READMORE...

If there is a will there is a way

September 09, 2008

Beberapa hari lagi, seorang sahabat saya akan berangkat melanjutkan studi di California, Amerika Serikat. Sudah mengenalnya selama bertahun-tahun, saya tahu persis bahwa itu adalah salah satu impiannya yang terbesar semenjak kecil. Saya menjadi saksi mata hidup yang menyaksikan sendiri seluruh usaha keras Phillip, khususnya selama dua tahun terakhir ini, dalam menciptakan cukup momentum untuk menggapai harapannya. Banyak sekali hambatan yang dia temui, mulai dari kesulitan referensi, persyaratan nilai, keadaan keluarga yang kurang suportif, ujian GMAT yang gagal beberapa kali, hingga biaya yang sama sekali tidak sedikit, namun Phillip terus berusaha semaksimal mungkin untuk impiannya tersebut.

Surat itu datang secara tiba-tiba. Sebuah amplop berwarna putih dengan corak biru yang bertatahkan tinta emas logo Cadbury di sisi kanan bawahnya. Samar-samar Ronald mengingat beberapa bulan sebelumnya pernah mengirim lebih dari sepuluh entry untuk sebuah lomba mengarang yang diadakan oleh perusahaan coklat favoritnya tersebut. Dia benar-benar menginginkan hadiah sepeda mountain bike BMX yang disediakan untuk pemenang. Saya kenal baik dengan orangtua Ronald yang pada saat itu rasanya tidak memiliki cukup kemapanan untuk membelikan anak mereka sepeda merek apapun. Baris terakhir dari surat itu menyatakan tanggal dan alamat yang harus Ronald datangi untuk menjemput hadiah utama.

Sekalipun berada di negara dunia ketiga, kecintaannya pada band Payable On Death tidak ingin dikalahkan para fans di negara-negara barat. Setiap album yang diusung oleh band hard rock asal San Diego itu telah menorehkan begitu banyak inspirasi pada diri Peter, sehingga dia merasa ingin terlibat dalam tim marketing POD. "Gue pengen nyumbang kreatifitas yang bisa mempersatukan para warriors di seluruh dunia!" ujarnya pada saya suatu saat. Tapi tentu saja, untuk seseorang yang berada di Indonesia, rasanya mustahil untuk idenya bisa dilirik, apalagi terpilih. Sahabat saya itu tidak gentar. Sekitar delapan bulan kemudian, saya menerima SMS darinya yang menanyakan ukuran kaos yang biasa saya gunakan. Satu minggu setelahnya, datang sebuah paket berisi lima buah t-shirt Payable On Death, majalah musik yang bertandatangankan Sonny, Marcos, Wuv, Traa, serta secarik kertas dengan tulisan Peter, "Gue menang juara pertama untuk kontes design official internasional POD fans t-shirt ."

Selain Phillip, Ronald, dan Peter di atas, saya memiliki puluhan kisah lainnya tentang orang-orang yang saya kenal secara pribadi yang berhasil mendapatkan apa yang mereka impikan. Saya juga memiliki setumpuk kisah pengalaman pribadi tentang hal-hal demikian. Dan dari seluruh cerita tersebut, saya selalu menemukan benang merah bahwa setiap orang selalu bisa memenuhi apa yang mereka butuhkan dan inginkan….

… jika mereka bersedia menggunakan setiap kesempatan yang ada.

Itu sebabnya saya seringkali merasa terganggu setiap kali melihat e-mail yang berisi pertanyaan-pertanyaan konyol ataupun mental gratisan yang mengeluhkan biaya program yang terlampau tinggi. Segala sesuatu yang Anda dapatkan dengan mudah, gratisan, dan cuma-cuma tidak akan pernah memberikan pengaruh ataupun kepuasan seperti yang Anda bayangkan sebelumnya. Baca ulang artikel Mendapatkan Wanita Tanpa Perlu Berusaha sekali lagi agar Anda lebih mengerti tulisan saya hari ini.

Saya juga merasa super gatal ketika membaca laporan orang yang langsung berhenti bereksperimen ketika menemui kegagalan di kali pertama, kedua, atau bahkan ketiga. Jika Anda tidak berani menghabiskan cukup dana, daya dan detik untuk sesuatu yang Anda inginkan, maka itu berarti Anda tidak benar-benar menginginkannya.

Anda tidak perlu selalu menginvestasikan ketiga sumber daya tersebut. Jika Anda tidak memiliki cukup dana ataupun waktu, setidaknya berikan seluruh tenaga Anda dikonsentrasikan pada kesempatan yang ada.

Anda ingin menjadi sosok yang memiliki segudang pengetahuan? Habiskan cukup sumber daya Anda untuk membaca banyak buku. Anda ingin pintar bersosialisasi? Habiskan sumber daya Anda untuk berbicara dengan siapa saja yang Anda temui tanpa memandang bulu. Anda ingin sukses dalam karir? Habiskan cukup sumber daya Anda untuk bekerja lebih giat daripada orang-orang lain.

Anda tidak bisa berharap akan sebuah keajaiban jika satu-satunya yang Anda lakukan adalah berpangku tangan, menghela napas, dan berharap ada yang cukup kasihan hingga mau membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Dunia tidak bekerja demikian, Sobat.

Jangankan mengeluh lembek seperti itu, bergaya positive thinking pun tidak akan mengubah apa-apa selain membuat Anda menjadi pakar dalam menyangkali realita dan menipu diri sendiri.

Saya percaya setiap orang memiliki jumlah kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan. Anda dan saya berhak mendapatkan nyaris segala sesuatu yang kita inginkan, apabila kita bersedia membuka mata dan melakukan sedikit usaha untuk mendekatinya. Ibarat pepatah, “Tuhan akan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri.”

Sulit sekali bagi seseorang (termasuk Tuhan!) untuk melemparkan bantuan pada orang yang tidak serius dalam niatnya mengejar impian. Bertindak setengah-setengah bin pesimis tidak akan menghantarkan Anda kemana pun selain tempat yang gelap dan terisolasi. Di sana, Anda dihantui emosi geram karena merasa ditinggalkan, tidak dipedulikan, dan muak karena tidak pernah merasa cukup layak untuk mendapatkan sesuatu.

Lebih jauh lagi, menjadi pesimis bukan saja akan menghilangkan energi Anda untuk bertindak, tapi juga merampok sebagian kebahagiaan yang Anda dapatkan ketika ternyata tiba-tiba saja dewa-dewi keberuntungan berpihak pada Anda. Bukannya bersyukur dan menikmati keajaiban itu, Anda akan jadi mengernyit kesal, “Halah, cuman gini doang.. tau gitu ngga perlu susah-susah usaha kmaren.”

Sekali lagi, semakin mudah Anda mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma, semakin kecil nilai kepuasan dari apa yang Anda impikan tersebut, karena tingkat kepuasan tersebut bergantung dari seberapa banyak Anda merasa sudah menginvestasikan diri untuk layak mendapatkannya.

Dengan pendek, semakin Anda membuka mata dan berusaha semaksimal mungkin di setiap kesempatan yang ada, semakin Anda akan merasa bahagia ketika akhirnya berhasil mencapai yang diinginkan. Itu juga yang kebetulan menjadi salah satu kunci sukses dalam petualangan ngehit dan romansa yang dibagikan dalam workshop dan seminar Hitman System.

Kesulitan dan hambatan tidak hadir dengan tujuan untuk menghapus impian Anda. Justru sebaliknya, mereka hadir untuk memastikan Anda meledak-ledak dengan lonjakan kebahagiaan, bersyukur bahwa Anda berani berusaha melakukan sesuatu dibandingkan kebanyakan orang lain yang biasa menangis dan mengeluh.

Ketika Anda melihat sesuatu dan merasa membutuhkannya, tidak peduli apapun yang berdiri menghalangi, dorong diri Anda untuk selalu mencoba segala sesuatu yang bisa dilakukan untuk menembus ataupun mengitari tembok penghalang tersebut.

Memang tidak ada jaminan Anda pasti mendapatkan yang diinginkan atau memenangkan pertandingan yang diikuti, tapi setiap inchi usaha yang Anda lakukan akan mendorong Anda sedikit lebih dekat lagi kepada harapan. Jika Anda tidak pernah berusaha, Anda tidak pernah tahu apakah harapan itu bisa diraih atau tidak. Kata seorang bijaksana bernama Wayne Gretzky, “You miss 100% of the shots you don't take.”

Bahkan jika sejarah hidup Anda mencatat bahwa Anda tidak pernah beruntung sekalipun, tetap lakukan apa yang perlu Anda lakukan, jangan cuek membiarkan kesempatan berlalu begitu saja. Bacalah kisah tokoh-tokoh besar dunia. Mereka menjadi berhasil bukan karena mereka lebih beruntung daripada orang-orang lain, melainkan karena mereka gigih untuk tidak pernah melewatkan kesempatan sekecil apapun untuk menggenapi impian mereka.

Menurut saya, kemalasan dan kemasabodoan adalah pangkal kepunahan. Jika Anda pikir saat ini berat rasanya membayar harga untuk sebuah perubahan, pikirkan betapa mahalnya harga penyesalan yang harus Anda 'bayar' ketika nanti segala sesuatunya sudah sangat sangat terlambat.

Saya ingin menutup artikel kali ini dengan dua potong kisah pendek dari persona yang pantang menyerah dan berani melompat meraih kesempatan demi impian mereka. Saya yakin Anda pernah mendengarnya, namun luangkan sedikit waktu untuk membacanya lagi agar Anda dapat menerima energi sebelum kembali sibuk mengejar impian Anda sendiri.

Seorang pemahat berkebangsaan Italia, Agostino d'Antonio, bekerja keras mengolah sebongkah besar batu marmer. Dia ingin sekali menciptakan sebuah karya yang megah, namun akhirnya berhenti karena merasa terlampau sulit mengukir baru keras tersebut. Banyak pemahat lain mencoba untuk menciptakan karya megah mereka, tapi tidak satu pun berhasil melakukannya. Tiba giliran Michelangelo berhadapan dengan batu itu. Ketika mengetahui sudah banyak orang yang menyerah, dia justru melihat kesempatan untuk menjadi orang pertama yang berhasil memahat batu marmer sebesar itu. Sikapnya yang antusias menghantarkannya pada salah satu karya ukiran yang melegenda, Patung David.

Para ahli geografi di Spanyol menyimpulkan kemustahilan rencana Colombus untuk menemukan rute baru yang pendek ke Hindia Barat. Ratu Isabella dan Raja Ferdinand tidak mempedulikan laporan para ahli tersebut, tapi juga tidak mendukung ekspedisi Colombus karena berpikir bumi itu datar. Pria pelaut tersebut melihat kesempatan yang besar untuk mengubah sejarah dunia, bertualang menantang bahaya sampai akhirnya berhasil menciptakan rute impiannya, membuktikan bahwa kemustahilan hanyalah istilah lain untuk tantangan.

Bagaimana dengan Anda?

Apakah Anda sudah bersemangat menggunakan seluruh sumber daya yang Anda miliki demi memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda?

Setelah membaca ini semua, bukankah mata Anda sudah terbuka lebih lebar sekarang untuk melihat kesempatan-kesempatan yang bisa Anda ikuti untuk merangkak lebih depat pada impian Anda tersebut?

Seberapa besar gairah Anda ketika akhirnya mengetahui bahwa sebenarnya ada banyak sekali jalan menuju Roma?

Saran saya, daripada berdoa meminta Roma yang datang mendekati Anda (yang tidak akan pernah terjadi!), jauh lebih baik jika Anda meminta energi dan kreatifitas untuk menemukan ribuan cara untuk menghampiri Roma.

Jika ada keinginan, maka ada jalan.
»»  READMORE...

Wanita cantik dan teroris


Beberapa minggu lalu ketika saya sedang ngobrol santai dengan seorang teman wanita, dia menceritakan suatu kejadian yang sangat menarik, kejadian yang sering terjadi namun saya percaya tidak banyak pria yang menyadari hal ini. Karena itu saya akan membahasnya di sini dan membuka mata Anda semua.

Teman saya ini adalah seorang wanita yang sangat menarik, selain parasnya yang manis dan tubuhnya yang semampai, dia juga adalah seorang wanita yang mempunyai pergaulan luas dan sukses dalam karirnya. Dan tentu saja kita tahu, wanita seperti itu selalu memiliki pria-pria yang mengejarnya setiap waktu.

Teman saya ini bercerita mengenai seorang pria yang pernah mengejarnya kira-kira setahun yang lalu. Jadi mereka bertemu di sebuah pesta ulang tahun, berkenalan, berbincang-bincang sedikit dan bertukar nomer telpon. Sampai sini rasanya Anda sudah bisa menebak apa yang terjadi berikutnya: si pria mulai melancarkan jurus-jurus PDKT-nya. Menelpon dan SMS setiap hari dan tidak lupa mengajak bertemu.

Dan tentu saja strategi PDKT yang demikian sama sekali tidak akan berhasil jika Anda mengejar seorang wanita yang high demand. Teman saya itu dengan jelas menunjukkan ketidak tertarikannya dengan tidak membalas sms, tidak mengangkat telpon dan tentu saja menolak untuk bertemu dengan si pria.

Tapi tindakan tersebut justru malah membuat si pria menjadi semakin ngarep dan terobsesi dengan teman saya. You always want what you can’t have. It’s just natural. Wajar memang apabila Anda menginginkan sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan, tapi sama sekali tidak wajar apabila Anda mulai terobsesi dengan hal itu.

Teman saya ini mulai merasa terganggu dengan sms dan telpon yang tiada hentinya. Apalagi ketika si pria mulai melanggar batas-batas privasinya. Teman saya bercerita bagaimana pada satu malam si pria menelpon dan ketika telponnya tidak dijawab, dia lalu datang ke rumah teman saya pukul jam 10 malam. Mengetuk pintu sambil memanggil-manggil teman saya, makin lama makin keras dan menggedor-gedor. Mengerikan!

Tidak berhasil bertemu, keesokan harinya si pria datang ke kantor teman saya. Memaksa untuk bertemu. Dan dia menunggu hingga jam pulang kantor dan mengikuti teman saya hingga ke rumahnya. Seperti sebuah drama sinetron, teman saya dan si pria beradu argumen di depan rumah. Si pria memohon dan mengemis, dia tidak mengerti kenapa teman saya selalu menghindarinya. Teman saya berulang kali berusaha memberitahu bahwa dia tidak tertarik pada si pria dan memintanya untuk berhenti menganggunya, dan ia akhirnya menangis karena marah dan takut.

Beruntung pada saat itu, seorang seorang kolega menelpon dan teman saya langsung meminta tolong agar ia segera datang dan menolongnya. Singkat cerita, sang kolega datang dan akhirnya berhasil mengusir si pria obsesif tersebut setelah beradu argumen dan beberapa ancaman verbal.

Seru sekali!

Saya hanya bisa tertawa pahit mendengar cerita tersebut. Di satu sisi saya bisa mengerti betapa takutnya teman saya pada saat itu, namun di sisi yang lain saya juga mengerti apa yang membuat si pria melakukan semua tindakan terorisme-nya itu. Saya tahu bahwa banyak pria yang melakukan hal yang seperti itu karena mereka terjangkit penyakit ngarep yang kronis sehingga tidak lagi dapat berpikir sehat.

Ada 2 alasan mengapa saya menulis artikel tentang hal ini:

Pertama, banyak pria di luar sana yang tidak menyadari hal ini dan menganggap bahwa terus-terusan menelpon dan sms adalah strategi yang tepat untuk mendapatkan wanita pujaannya. Dan datang ke kantornya atau ke rumah/kosannya malam-malam tanpa pemberitahuan terlebih dahulu adalah salah satu cara untuk membuatnya menyukai Anda. Seolah-olah dengan bertemu Anda, dia akan merasakan perasaan cinta yang meluap dari dalam hati Anda dan dia akan membalas perasaan Anda.

No! It doesn’t work that way,bro!

Perasaan suka tidak bisa dipaksakan. Ini adalah hukum alam. Apabila si wanita tidak tertarik pada Anda, maka tidak ada hal lain yang dapat Anda lakukan selain mundur secara terhormat. Semakin Anda memborbardir dia dengan segala macam cara, semakin dia akan ilfil terhadap Anda. Karena itu menunjukkan bahwa Anda adalah pria yang tidak bisa menghargai dan mengerti perasaan wanita.

Tentu saja Anda boleh sms atau menelpon si wanita, tapi lakukan seperlunya saja. Ingat, SEPERLUNYA SAJA. Karena apabila si wanita memang TERTARIK pada Anda, dia juga PASTI akan mengontak Anda! Dan cepat atau lambat, dia PASTI akan mengundang Anda untuk datang berkunjung ke tempat tinggalnya tanpa Anda yang meminta! Kalau hal ini tidak pernah terjadi, berarti dia tidak tertarik pada Anda dan itu adalah tandanya bagi Anda untuk mencari wanita lain.

Seorang wanita yang saya ajak date minggu lalu, tadi siang tiba-tiba menelpon saya. Ketika saya tanya ada perlu apa, dia bilang dengan gaya sok ngambek, “Emang harus ada perlunya aja yah? Emang aku gak boleh nelpon kamu?” Saya cuma tertawa saja mendengarnya. Apakah dia tertarik pada saya? Rasanya tidak perlu lagi saya jawab, Anda juga sudah mengerti.

Apabila si wanita tertarik pada Anda, Anda pasti akan tahu. Karena ia juga tidak ingin kehilangan Anda. Sebaliknya, apabila si wanita TIDAK tertarik pada Anda, maka Anda juga pasti tahu. Dan itu saatnya bagi Anda untuk berhenti melakukan tindakan-tindakan bodoh yang akan makin menghancurkan kesempatan Anda dengannya.

Dalam Mega Seminar 2008: Pria, Cinta dan Petualangan tanggal 20 September nanti kami akan membagikan apa saja yang BOLEH dan TIDAK BOLEH Anda lakukan ketika anda sedang mendekati wanita yang Anda sukai. Ini bukan masalah strategi atau teknik, lebih penting daripada itu semua: ini adalah sebuah pola pikir dan paradigma yang akan membuat Anda mampu bertindak tepat di segala situasi dan interaksi dengan wanita pujaan Anda.

Alasan yang kedua adalah, sepanjang petualangan saya dengan wanita-wanita catik dan menarik selama ini, saya sering sekali mendengar cerita-cerita seperti yang dialami teman saya di atas. Semua wanita cantik yang high demand paling tidak sekali dalam hidupnya, pasti pernah bertemu dengan pria yang obsesif dan pernah mengalami yang namanya diteror dan dilanggar privasinya.

Saya pikir itu adalah harga yang harus dibayar oleh wanita-wanita tersebut, karena mereka adalah sosok yang diinginkan oleh semua pria. But, come on guys, kita ingin membuat mereka menginginkan kita dan merasa nyaman dengan kita, bukannya malah menakut-nakuti. Bagaimana mungkin si wanita dapat menyukai Anda apabila ia takut pada Anda?

Apabila Anda dalam keadaan normal dan ‘sehat’ tentu Anda akan menyadari bahwa apa yang dilakukan si pria pada teman saya itu adalah termasuk tindakan ‘teror’ tapi bagi beberapa pria lain yang sedang ngarep kronis dan mengalami situasi yang sama, hal seperti itu tampak wajar bahkan malah seharusnya dilakukan. Saya yakin banyak pria yang membaca milis ini pernah melakukan seperti yang saya ceritakan di atas.

Itu sebabnya, ketika seorang pria mengalami perasaan ngarep kami menyebut ia sedang ‘sakit’. Karena perasaan ngarep membuat Anda terobsesi dengan si wanita dan membuat Anda melakukan hal-hal bodoh yang tidak mungkin Anda lakukan ketika Anda dalam keadaan normal. Dan yang lebih parahnya, biasanya Anda bahkan tidak menyadari bahwa tindakan Anda sudah menakut-nakuti si wanita.

Yang ada dalam kepala Anda adalah bagaimana caranya agar Anda dapat bertemu dan memenuhi obsesi Anda akan wanita pujaan Anda. “Gue cuma pengen ketemu dan ngeliat dia doang! Emang itu salah? Gue gak bakalan nyakitin dia kok. Gue kan sayang dia. Cukup ketemu dan ngeliat dia aja! Emang gak boleh?”

Tidak boleh, sobat!

Menyukai seorang wanita memang merupakan hak Anda, tapi Anda harus tahu batas-batas etika dan menghargai privasinya. Apabila si wanita tidak mengijinkan Anda untuk masuk dalam kehidupannya, maka Anda harus menerimanya dengan berlapang dada. Kalau Anda melewati garis batas, Anda bisa dikatakan telah melanggar hukum. Dan Anda layak ditangkap pihak yang berwenang.

Dan sungguh tidak glossy apabila Anda terlibat masalah hanya gara-gara Anda tidak dapat mengontrol rasa ngarep Anda, bukan?
»»  READMORE...