About

Tilang!!!

September 12, 2008



Beberapa hari yang lalu akhirnya aku punya kesempatan untuk pulang kerumah setelah sekian lama gak pulang. pagi hari di waktu bulan puasa. aku sempetin untuk pulang ke rumah. Setelah satu jam naik motor, akhirnya aku berhasil melewati kemacetan yang terjadi di porong sidoarjo. nha di waktu hampir sampai di tikungan porong, ada seorang polisi yang tiba tiba menghentikan motrku. aku bingung, aku juga gak tau apa salahku kok sampai cuma motorku yang diberhentikan, padahal masih banyak motor lain yang ada disebelahku. nha sampai masuk ke gang kecil, ada seorang polisi yang lain yang udah nunggu. Ketika aku tanya apa kesalahanku, sang polisi bilang kalau salahku adalah memasang stiker ( skotlet ) transparan agak gelap ke lampu sein, dia bilang itu pelanggaran kelengkapan motor, waktu itu aku bilang kalo tiap ada operasi kendaraan bermotor, hal itu gak pernah dipermasalahkan polisi yang beroprasi pada saat itu. tapi pak polisinya tetap bilang kao itu sebuah pelanggaran dan bisa dikenakan denda katanya sih masuk pasal 54 ( padahal waktu aku liat di internet pasal 54 tu tentang pelanggaran rambu lalu lintas ). Masih pada keadaan agak sebel dengan polisinya. sang polisi akhirnya menanyakan kelengkapan sura suratku. Kok pas aku sial ketika aku liat dompet, ternyata aku lupa membawa STNK, hanya ada SIM. Aku baru inget kalo STNK ku dipinjem temenku yang tadi malem pinjem motorku. Mulai lah aku bilang ke pak polisi kalo aku lupa bawa STNK, setelah debat, aku dikasih pilihan akena tilang ditempat atau bayar di pengadilan aja. Gak mau ribet ya aku pilih tilang di tempat. Ternyata polisinya bilang kalo aku kena 75 ribu. gila. banyak banget. ketika aku tanya kok bisa segitu banyak. Polisi itu menyodorkan sebuah list harga denda beserta pelanggaran yang dilakukan, akulihat kalo karena tidak bisa menunjukkan STNK dinda 50 - 100 ribu, ketika aku tanya yang 25 ribu untuk apa, katanya karena lampu sein yang aku tempeli. setalh beberapa lama melobi akhirnya aku tetap dikenai 50 ribu, tapi tetep aja rasanya gondok banget kena tilang segitu. Ternyata ada hal hal yang gak aku perhatikan ketika aku kena tilang. ni ada sedikit saran buat temen temen yang kena tilang :

1. jangan panik ketika diberhentikan polisi
2. tanyakan apa kesalahan kamu ke polisinya, kalo perlu kamu tanyakan pasal pasal berapa yang kamu langgar ( akan lebih baik kalo kamu bawa daftar pasal pelanggaran yang bisa kamu cari di internet, jadi ketika kamu tanya ke polisi apa yang kamu langgar, kamu bisa sambil cocokin dengan peraturan kepolisian, nha kalo gak cocok kan bisa jadi alasan buat kamu ngelak, sekalian bikin malu polisinya . heheh )
3. kalo kamu kena tilang, tanyakan segala hal mengenai tilangnya, baik itu berapa dendanya jika bayar ditempat, maupun denda jika dibawa ke pengadilan.ni ada daftar harga tilang yang aku dapat
Sanksi Terhadap Pelanggaran lalu lintas tertentu

Untuk pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan tertentu sebagaimana diatur dalam
Pasal 212 KUHAP, khusus untuk wilayah DKI Jakarta, Pengadilan tinggi DKI Jakarta
telah menetapkan besarnya denda titipan yang harus diabayar oleh pengguna jalan yang
melanggar ketentuan sesuai dengan Surat Keputusan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI
Jakarta No.697/Pen.Pid/2005/PT.DKI tanggal 1 Oktober 2005 tentang Tabel Pelanggaran
dan Uang Titipan. Besarnya denda titipan tersebut ditentukan oleh kategori jenis
pelanggaran (ringan, sedang dan berat) dan jenis kendaraan yang melanggar yaitu
kendaraan tidak bermotor, sepeda motor, mobil penumpang pribadi, mobil penumpang
umum, pick up, bus/truk dan truk gandeng.
Keterangan:
˜ A merupakan kendaraan tidak bermotor
˜ B merupakan sepeda motor
˜ C merupakan mobil penumpang pribadi
˜ D merupakan mobil penumpang umum
˜ E merupakan pick up
˜ F merupakan bus/truk
˜ G merupakan truk gandeng
˜ Semua denda tersebut dalam ribu (000,00) rupiah (Rp)

1-4.gif
5-11.gif
12-17.gif
18-25.gif
26-28.gif
Referensi:
1. Undang-undang Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
2. UU Nomor 8 Tahun 1980 tentang KUHAP
3. UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
4. PP 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan
5. PP 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan
6. PP 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan
7. PP 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi
8. Keputusan Menteri Kehakiman No .M.14-PW.07.03 Thn 1983.
9. Ashidique, Jimly, Penegakan Hukum, http://www.solusihukum.com/artikel/artikel49.php
10. Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D, Penegakan Hukum Dalam Kajian Law &
Development, http://www.ui.edu/indonesia/main.php?hlm=berita&id=2006-03-28%2016:0.
11. Surat Keputusan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 697/Pen.Pid/2005/PT.DKI
Tanggal 1 Oktober 2005 tentang Tabel Pelanggaran dan Uang Titipan.
12. Sudiro, SH, MH., Orientasi Pengadilan, Bahan Pengajaran Diklat PPNS Pola 100 Jam,
Pusdiklat Perhubungan Darat dan Biro Bina Bin Polsus Mabes Polri, 2005.

yang ke
4. hal yang perlu kamu persiapkan waktu sebelum berangkat yaitu jangan bawa uang yang terlalu banyak di dompet, yang lain di selipkan aja di tempat lain, jadi ketika kena tilang, kamu bisa menunjukkan kalo kamu lagi gak punya uang.
5. kerahkan kemampuan diplomasi kamu. Kalo kamu pelajar atau mahasiswa kamu bisa berdalih bahwa belum bisa cari uang jadi tilangnya jangan banyak banyak. hehehe

ni ada tips kalo kamu kena tilang yang aku dapet dari blog lain kalo kamu kena tilang

  1. Form biru adalah kalo anda terima kesalahan anda (artinya anda gak perlu berdebat ama hakim). Dgn form ini anda bayar dendanya di BRI yg ditunjuk, abis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM ato STNK yg disita ke kantor Ditlantas POLDA Metro di Pancoran, gedung baru, sebelum Gelael arah Cawang. Disini ada ruang khusus loket Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan hiburan Satellite TV.
  2. Form merah artinya anda gak terima kesalahan anda, dan dikasih kesempatan untuk berdebat ato minta keringanan ama hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan. Contoh temen saya ditilang di Kuningan, berarti sidang di PN Jaksel, jl ampera, disini sidang tilang setiap selasa.

    Nah oleh polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas pancoran itu sampai dengan H-1 tanggal sidang. Jadi selama masih di pancoran SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yg gue sebutin tadi, serahin form merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.

  3. H-1 tgl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi kudu ditebus di PN masing2
  4. Kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera di surat Tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini gak di saranin. Kenapa ? karena antreannya luar biasa banyak, kita gak punya kesempatan bertemu hakim, karena sebenarnya sidangnya IN ABSENTIA, dan banyak banget CALO yg nawarin bantuan. Mending enggak deh
  5. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah anda di hari lain, hindari hari sidang tilang biar gak rame, terus langsung tuju Loket khusus Tilang yang ada di masing2 PN. Tunjukin form merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK udah di tangan anda dengan bayar denda resmi. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, biar gak dilebih2in ama petugasnya. Contoh nih, saya tahu denda masuk jalur cepat (saya naik motor) Rp.15000, petugasnya bilang Rp.25600, dikasi angka 600 seolah2 itu perhitungan rumus2 njelimet, padahal akal2an aja biar ada yg masuk kantong dia. Saya kasi uang bulet 15.000 dia diem aja kok..hehe
  6. Udah ngerti kan. jadi intinya : jangan sekali2 damai ama polisi di jalanan, tilang mah tilang aja, pilih prosedur sesuai tips diatas, gak usah sidang kalo gak pengen bete, cuekin calo2 yg nawarin bantuan, bayar denda sesuai tarif resmi. Semua ini demi INDONESIA yg bersih dan berwibawa gemah ripah loh jinawi…hehehehe

3 comments:

Syahdan Noor said...

wah thanks di...
aku dah lama nyari ttg UU yg ngatur tilang-menilang...
biar kita ga di bodohi ama polisi...
makasih...

Anung said...
This comment has been removed by a blog administrator.
komarudin jr said...

adanya glanko merah dan biru kayanya sama aja, kita tetep bayar tilang,.. terus apa pengaruhnya pake yang biru ama merah kalau kita tetep meski bayar,.... ejadian pernah gua disidang terus ada yang pake blanko merah,.. dia cuap2 sama hakim,.. akhirnya tetep aja bayar denda besarnya sama dengan yang biru... padahal jenis pelanggarannya juga sama.